Jumat, 31 Agustus 2012

BERKEMAH

Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari ramainya perkotaan, atau dari keramaian secara umum, untuk menikmati keindahan alam. Berkemah biasanya dilakukan dengan menginap di lokasi perkemahan, dengan menggunakan tenda, di bangunan primitif, atau tanpa atap sama sekali.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemah (kata benda) adalah tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah dibuat dari kain terpal dan sebagainya. perkemahan (kata benda) 1 hal berkemah; 2 himpunan kemah (pramuka, pasukan, dsb); tempat berkemah.
Berkemah sebagai aktivitas rekreasi mulai populer pada awal abad ke-20. Kegiatan ini juga umumnya disertai dengan kegiatan rekreasi luar ruangan lainnya, seperti mendaki gunung, berenang, memancing, dan bersepeda gunung.

Berkemah atau Perkemahan adalah salah satu macam kegiatan dalam kepramukaan yang dilaksanakan secara out bond. Kegiatan ini merupakan salah satu media pertemuan untuk Pramuka.

Tujuan Perkemahan

  1. memeberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.
  2. Mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
  3. Membina kerjasama dan persatuan dan persaudaraan.

Macam Perkemahan

Ada beberapa macam perkemahan ditinjau dari beberapa hal:
Ditinjau dari Lamanya Waktu, yaitu:
  1. Perkemahan Satu Hari. Yang termasuk dalam Perkemahan satu hari adalah Pesta Siaga
  2. Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami)
  3. Perkemahan lebih dari tiga hari
Ditinjau dari Tempat Pelaksanaannya, yaitu:
  1. Perkemahan Menetap
  2. Perkemahan Safari (Berpindah-pindah)
Ditinjau dari Tujuannya, yaitu:
  1. Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan Wirakarya (PW)
  2. Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan Penggalang Ramu dan lain-lain
  3. Kemah Lomba. Seperti; Lomba Tingkat (LT)
  4. Kemah Rekreasi
  5. Kemah Jambore. Seperti; Jambore Ranting (tingkat Kwartir Ranting/Kecamatan), Jambore Cabang (tingkat Kwartir Cabang / Kabupaten/Kota, Jambore Daerah (tingkat Kwartir Daerah / Provinsi, Jambore Nasional (tingkat Kwartir Nasional / se-Indonesia).
  6. Kemah Riset/Penelitian
Ditinjau berdasarkan jumlah pesertanya, yaitu:
  1. Perkemahan satu regu/sangga
  2. Perkemahan satu Pasukan/Ambalan/Racana
  3. Perkemahan tingkat Ranting/Cabang/Daerah/Nasional/Regional/Dunia.
Dalam berkemah kita perlu mencari tempat yang baik dan ideal, yaitu:
  1. Tanahnya rata atau sedikit miring dan berumput dan terdapat pohon pelindung
  2. Dekat dengan sumber air
  3. Terjamin keamanannya
  4. Tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari kampung dan jalan raya
  5. Tidak terlalu jauh dengan pasar, pos keamanan dan pos kesehatan
  6. Memiliki pemandangan menarik



Senin, 20 Agustus 2012

Tujuan Pendidikan Dasar SDN. Cintanagara

Peletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut merupakan tujuan pendidikan dasar. Oleh karena itu, dalam rangka menjawab tantangan dan memenuhi tuntutan masyarakat sekitar, SDN Cintanagara sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan berupaya menjadi filter terhadap fenomena yang terdapat dilingkungan sekitar agar peserta didik tidak mudah terkontaminasi oleh perkembangan yang sifatnya negatif baik secara sosial maupun kultural yang dapat mempengaruhi perkembangan jiwa.

Selain itu, SDN Cintanagara Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur berupaya untuk selalu meningkatkan pelayanan pembelajaran baik, intrakuriluler maupun ekstrakurikuler dengan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya baik lokal maupun nasional. Semua program kegiatan SDN Cintanagara tersebut diwujudkan dalam bentuk Visi, Misi dan Strategi serta Tujuan Sekolah sebagai berikut :


A.   Visi

Visi merupakan suatu tujuan yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan.
Adapun misi SD Negeri Cintanagara adalah :
   “TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERKARAKTER BANGSA”


B.   Misi
- MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENGAJAR MELALUI PENDIDIKAN PAIKEM 
  (PEMBELAJARAN AKTIF, INOFATIF, KREATIF DAN MENYENANGKAN).
- PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA.
- MENGEMBANGKAN SENI DAN BUDAYA LOKAL
- PENINGKATAN KOMPETENSI  GURU DALAM TUGAS



 

Minggu, 13 Mei 2012

UJIAN NASIONAL 2012


UJIAN NASIONAL 2011-2012
Suasana UN SDN Cintanagara

Sebagian dari para pengawas

Sebagian dari para pengawas

Papan Informasi

Para siswa kelas V yang membantu terlaksananya UN

Pojok informasi UN

PENTINGNYA PENDIDIKAN BUDI PEKERTI



Pernah mendengar ada seorang anak SD yang sedang mengikuti ujian nasional 2011-2012 kemarin, tapi ia hanya ujian seorang diri, disebuah ruangan yang tertutup, dan hanya diawasi oleh seorang guru dan dua orang polisi. Ada apa gerangan? ternyata eh ternyata si anak tersebut tengah hamil 6 bulan... (gak pernah denger? makanya liat berita. Jangan sinetron mulu atuh...).
Kemudian terbersit dibenak kita. mengapa hal itu terjadi? apa yang menjadi penyebabnya? ada beberapa kemungkinan si anak sampai hamil 6 bulan padahal ia masih dalam usia sekolah.
1. Dia diperkosa => hamil
2. Dia pacaran, cowoknya goblok. Ngajak si cewe ML => hamil
3. Dia sendiri yang salah dalam pergaulan => hamil
4. Dia sering nonton film blue kepunyaan bapaknya, dipraktekkan dengan pacarnya => hamil

nah, dari keempat faktor tersebut mungkin ada salah satu yang masuk akal. atau semuanya bisa saja terjadi. lalu mengapa hal ini bisa terjadi?????? Anak seusia itu sudah mengenal yang namanya berhubungan intim. Adakah yang salah? lantas siapa yang harus disalahkan?

Jawabannya mungkin akan merembet pada semua aspek. termasuk dirinya sendiri. salah satu aspek yang paling rentan adalah mengenai budi pekerti si anak. Zaman sekarang anak seusia Sekolah Dasar sudah mengenal pacaran. Kalau dulu waktu saya sekolah gak tau tuh apa pacaran. Dari mana pengaruh ini masuk? dari TV, HP, majalah, Koran, Internet, CD (film holiwood yang gak disensor), dan yang terakhir dari sekolahnya. Disekolah kebanyakan sudah tidak mengenal yang namanya pendidikan budi pekerti. saya menemukan di beberapa sekolah, di dalam tabel jadwal pelajaran jarang saya melihat pelajaran Budi Pekerti. Bukunya ada diperpustakaan, tapi tidak dikelola dengan baik. Jadinya mubazir. Mungkin dengan pendidikan Budi Pekerti kita sebagai seorang pengajar diharapkan dapat meminimalisir pendewasaan pada anak sebelum usianya. Artinya anak jangan disuruh dewasa sebelum usianya. Ini sangat berbahaya, jika anak dewasa sebelum usianya maka ia akan segera menyerap apapun yang tersaji diluar. dan bisa saja itu hal yang buruk. Sebagai orang tua, mari Bu/Pak kita bimbing anak kita dengan segala curahan kasih sayang kita agar ia menjadi manusia yang bijak. Sebagai seorang guru, mari Bu/Pak kita coba terapkan pembelajaran budi pekerti dengan memberi rangsangan yang positif. Datang ke sekolah itu jangan hanya untuk mengajar dan memberikan pelajaran yang ada dalam jadwal saja. Coba kita tambahkan dengan pembelajaran akhlak-akhlak mulia walaupun sudah ada pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam). Coba kita berikan teladan pada anak dengan diri kita debagai teladannya. Kan kita teh GURU = diGUgu dan ditiRU.

Apa yang kita lakukan pasti akan ditiru siswa. Jadi, mari Bu/Pak sama-sama kita perbaiki diri kita agar segala yang kita lakukan menjadi teladan bagi peserta didik kita tercinta. Mudah-mudahan dari hal sekecil ini dapat memberikan perubahan pada kehidupan mereka dan untuk anak cucu kita.
Amiiiiin....

Posted : Halin HS.

Senin, 06 Februari 2012

Sukwan Cintanagara Mengisi Waktu Istirahat







Latihan Keterampilan Menyanyi Solo





Menanamkan Sifat Santun Pada Peserta Didik

Sifat santun yang harus dimiliki oleh setiap individu adalah sifat yang harus kita tanamkan selaku pendidik pada peserta didik tanpa kecuali. hal ini berguna agar para peserta didik memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi kehidupan yang sebenarnya dimasyarakat.
sifat santun yang harus dimiliki opleh setiap peserta didik diantaranya adalah :
1. Mampu berkelakuan sebagaimana mestinya. Artinya dia bisa berkelakuan pada usianya.
2. Dari segi berbicara harus lebih pelan dari guru. Artinya pada saat siswa berbicara pada guru mereka haruslah menggunakan nada yang agak rendah, lebih rendah daripada guru.
3. Dapat mengucapkan salam ketika berpapasan dengan guru ataupun orang lain.
4. Selalu menjaga nama baik dirinya maupun sekolah dan keluarganya.
5. Berdisiplin dan selau mentaati aturan yang berlaku disekolah...

Namun hal ini kembali pada pengajarnya masing-masing. Mampukah kita menjadi teladan bagi para peserta didik? Kalau gurunya tidak bisa diteladani siswa mana mungkin mereka dapat berkelakuan sesuai dengan harapan kita. Maka dari itu bagi para pendidik, termasuk saya sendiri marilah kita jadikan diri kita sebagai teladan bagi siswa-siswi kita tercinta. Tanamkan rasa kasih sayang diantara sesama. Jangan sekali-kali membuat anak menjadi takut pada kita, hal ini justru akan menimbulkan efek dendam dalam diri siswa. Jadikan diri kita sebagai teladan, guru, sahabat, orang tua, dan tempat mereka mencurahkan isi hatinya.

kita juga harus menyadari bahwa GURU adalah diGUgu dan ditiRU.......